Sastra Semesta #7, Oase Seni Kala Pandemi

Foto- Dok. Sastra Semesta/Tutut Adinegoro --EKSPRESI KESENIAN - Para penari berekspresi di atas pelataran Pasar Gembrong.
Cloud Hosting Indonesia

Mengikuti  aturan protokoler pandemi, acara Sastra Semesta 7 di Pasar Seni Gembrong Baru – Cipinang, Jakarta Sabtu (6/3) menjadi momen seniman berekspresi.

Malam itu menjelang pagi, puisimu telah usai di dunia/Menyentak diriku, dan kau sudah menjadi puisi di Semesta/

Bacaan Lainnya

Sungguh di sana tiada lagi kefanaan, berbahagialah di sana/Berpuisilah dalam keabadian bersama Yang Maha Kuasa//

Puisi bertajuk Pengantin Puisi dan Perempuan Opera Tujuh Purnama yang dibacakan Riri Satria menjadi salah satu ekspresi karya seniman untuk sesama seniman yang wafat di masa pandemi. Di bawah judul puisinya, Riri membubuhkan keterangan : in memoriam Yoevita Soekotjo.

 Yoevita Soekotjo adalah salah satu penulis dan aktivis sastra. Selama ini, di tengah situasi beraktivitas dari dalam rumah, kepergian para seniman hanya dapat didengar di media sosial. Setelah respon duka di dunia digital kini empati pun dilayangkan di dalam pertemuan itu. Dalam dialog yang berjarak, berderet  nama seniman yang telah tiada disebutkan oleh para seniman yang hadir.  Sedih, duka dan doa terucap dari perbincangan mereka.

Penyair Imam Ma’arif mengatakan, selain masalah ekonomi, faktor pergaulan dan komunikasi antar seniman menjadi latar kegelisahan dan kesuntukan para seniman yang bermukim di ‘ladang kreatitivitas’ itu. “Jadi, sekarang ini, kita sehat dan tetap mempertahankan semangat hidup saja, sudah bersyukur,” papar penyair Gianto Subagio kepada anjangsana.id, di tengah acara berlangsung.        

Tak dapat dielakkan, dengan menggunakan masker dan menjaga jarak, pertemuan ini menjadi acara silaturahmi sekaligus oase bagi para seniman setelah berbulan tak keluar dari kediaman masing-masing. Para seniman, musisi, sastrawan hingga penari menggelar karyanya dari  pukul 14.30 hingga malam harinya. Beberapa seniman lain yang terlihat hadir, sebutlah secara acak, Ritawati Jassin, Nanang R Supriyatin, Emi Suy, Ismail Lutan, Wig SM, Aidil Usman, Maspadhik dan Eko Banding.

Inilah acara yang tidak digelar selama beberapa bulan di tengah protokoler pandemi. Sastra Semesta #7 tetap dilaksanakan di antara hamparan bangunan dak di atas gedung Pasar Gembrong yang luas pun menjadi arena berekspresi.

Musik dalam Sastra

Tema Musik dalam Sastra digelar bersamaan  dengan Hari Musik Nasional pada 9 Maret 2021. Sejauh mana sastra memperkarya dunia music kemudian dipaparkan oleh salah satu pembicara di acara talkshow, sastrawan Eddy Pramduane. Menurutnya, perkembangan music dan puisi sudah ada bahkan semenjak zaman Renaissance pada abad 15 seperti karya komponis Claudin De Sermisy  yang berkaitan dengan puisi karya Clement Marot bertajuk ”Languir meFais” .  Juga pada zaman Klasik yaitu pada karya Beethoven, padasimfono no.9.

(Baca juga: HOI!: Menyapa Indonesia dan Dunia)

( Ode  to Joy) terkait dengan teks puisi karya penyair asal Jerman, Fridrich Schiller. “Hingga ke zaman Impressionist, karya Debussy berjudul Clair De Lune, yang karya musiknya terinpirasi dari puisi karya Paul Verlaine,” papar Eddy di tengah diskusi yang sempat tertunda dan bergeser ke kanopi karena arena acara sempat deras bertabur rinai gerimis.

Latar belakang terbentuknya kegiatan yang rutin berkala ini, menurut penggagasnya, Ireng Halimun, terjadi di tengah kondisi sentra-sentra seni yang mati suri dan telah diubah peruntukannya. Ruang untuk berekspresi seni pun semakin langka. Sebagaimana diungkapkan oleh perupa yang aktif juga di dunia jurnalistik ini, Sastra Semesta yang digelar memang bertujuan untuk membangun kantung seni-budaya secara mandiri di tengah kota.

Tonggak pertama acara digelar pada 25 Agustus 2010 yang silam di Semesta’s Gallery and Lounge milik perupa Ria Pasaman.  Para seniman yang terlibat di awal kegiatan selain Ireng antara lain Rd Nanoe Anka, Dyah Kencono Puspito Dewi, dan Nina Suminar. Beberapa seniman seperti Toto Prawoto, Presetyohadi Prayitno, Ismail Lutan, Wahyu Toveng, Eki Thadan, dan Rizka Nurlita Andi juga terlibat aktif selama berbulan-bulan kegiatan digelar.@

Pos terkait

Tinggalkan Balasan