Segerobak Puisi dan Oase Kota Depok

Segerobak Puisi untuk Rakyat ini bermaksud menjadi ajang apresiasi puisi untuk masyarakat Depok dan sekitarnya.

Enam tahun silam, di sebuah mall di Margonda, para seniman menggelar pertunjukan. Segerobak Puisi untuk Rakyat, temanya. Isinya para seniman Depok.
Tak dinyana, mereka meneruskan agenda ini pascapandemi. Para seniman itu di antaranya A Badri AQT, Jimmy S. Johansyah, Bambang Wahyudin, kembali mengagas acara ini di Kolong Flyover Jl. Arif Rahman Hakim, Depok. Di tengah pasar, dekat stasiun dan terminal, di sela keriuhan hari masyarakat Kota Depok, acara akan digelar Minggu (26/6) pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.
“Dulu sebelum di mall sempat juga digelar di UI. Ini oase bagi seniman dan sastrawan Depok berapresiasi di tengah masyarakat,” ujar Jimmy, penyair yang didaulat juga sebagai panitia di acara ini kepada Anjangsana, Jumat (24/6).
Acara yang didukung oleh Koloni Seniman Ngopi Semeja – Ksengsem, Komunitas Kampung Kita Depok (K3D) dan Perpustakaan Umum Kota Depok yang menyediakan mobil Perpustakaan Keliling. menghadirkan para penyair seperti A Badri AQT, Jimmy S. Johansyah, Widodo Arumdono, Shantined musikalisasi puisi oleh Komunitas Tanpa Nama.
Penyair Widodo Arumdono, yang tinggal di Kebayoran Lama, turut memeriahkan acara. Menurutnya, dengan acara di ruang publik itu, para seniman dapat berhubungan dengan banyak lapisan di masyarakat termasuk birokrasi dan stakeholder lainnya untuk menggemakan kesenian.
Ruang publik dapat digunakan sebagai ruang kebudayaan, tak sekedar memenuhi pemetaan sesuai tata kota tapi juga seni dan kebudayaan di kota Depok.

Bacaan Lainnya


Segerobak Puisi Untuk Rakyat, menurut A Badri AQT adalah sebuah perhelatan kesusasteraan yang diramaikan pula dengan berbagai penampilan dari bidang disiplin seni lainnya, seperti teater, musik, tari-tarian, dan senirupa.
“Sedianya niat kami, acara susastra Segerobak Puisi Untuk Rakyat ini akan diselenggarakan setiap tahun, dan mudah-mudahan langkah awal ini akan menjadi permulaan yang kemudian Segerobak Puisi Untuk Rakyat dapat diadakan secara reguler berperan aktif menyemarakkan dinamika kehidupan masyarakat Depok, agar selalu dapat berakrab-akrab dengan resonansi estetika sebagai salah satu moda penghalus jiwa,” tambah Badri.

Literasi dan Puisi
Bambang Wahyudin, pekerja teater yang juga panitia di acara ini, mengatakan bahwa Segerobak Puisi untuk Rakyat ini bermaksud menjadi ajang apresiasi puisi untuk masyarakat Depok dan sekitarnya. Makna gerobak agar setiap orang secara terbuka dan egaliter dapat mengapresiasi pembacaan puisi para penyair bahkan dapat ikut serta membaca puisi di ruang publik ini.
“Juga dapat menggugah kesadaran literasi di tengah masyarakat,” tambah pendidik Sekolah Master Indonesia.@

Pos terkait