Berburu Matahari ke Puncak Sindoro

puncak sindoro
Foto; anjangsana.id - POS 3 GUNUNG SINDORO DAN SEORANG PENDAKI

Amboi, dari Pos 3 Gunung Sindoro terlihatlah panorama yang luar biasa. Di titik ketinggian ini, kami pun berhadap-hadapan dengan Gunung Sumbing.

Bacaan Lainnya

Pos 3 dari gunung di Jawa Tengah yang berada di ketinggian 3.153 mdpl ini merupakan kawasan terbuka yang panoramanya luar biasa. Kami serasa titik kecil di tengah puncak-puncak alam ciptaan Tuhan. Di lokasi ini para penyusur alam dapat mendirikan tenda sebelum melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Sindoro.

Untuk mencapai lokasi saja dibutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam dari bats awal pendakian. Sunrise Hunter, demikianlah yang terucap selalu dari bibir para pendaki untuk menyebutkan nama lain pengganti Pos 3. Sebabnya, di sinilah kerap berkumpul pemburu kedatangan cahaya matahari. Fajar yang berwarna emas, yang muncul dari langit menyapu pepohonan dan pegunungan dan seantero semesta alam di depan mata.

(Baca juga: Indahnya Hamparan Pasir Putih di Sisi Utara Jakarta)

Sebutan Sunrise Hunter memang selalu disematkan pada lokasi ini. Lokasi yang hanya dapat ditempuh melalui basecamp Alang-Alang Sewu. Tepat kami rasakan, karena ketika menjelang pagi, terbitlah matahari berwarna keemasan itu. Kami pun menyaksikannya. Hal yang sama akan terulang pada senja hari, ketika matahari siap bersijingkat pergi di atas pegunungan itu, menuju ke langit sebelum areal ini menjadi temaram.

Kami menyaksikan Gunung Sumbing yang berdiri dengan gagah dan megah. Kesemuanya menambah keindahan alam gunung yang kerap disebut oleh para pencinta alam dengan “Double S”. Gunung Sumbing, berdiri menjulang dengan kegagahannya.


Babi Liar pun Berkeliaran

Namun, dari areal Pos 3 ini, para pendaki pun harus mendirikan tenda di lokasi. Setiap pendaki tetap harus berhati-hati. Wilayah ini juga merupakan habitat babi hutan. Sudah banyak pendaki yang mengalami hal yang tidak menyenangkan apalagi bila mereka lengah dan tanpa persiapan untuk mengantisipasinya.

Kadang, tenda kita dapat diserang begitu saja. Bukan apa-apa, babi itu kerap mencari makanan di malam hari. Nah, gerombolan babi liar itu kerap muncul di antara kegelapan. Mendekati tenda para pendaki karena mencium aroma makanan yang dibawa oleh para pendaki.

Ada juga cara untuk menghindari serbuan dari gerombolan babi liar ini. Para pendaki biasanya memasukan makanan mereka ke kantong plastik lalu diikat dengan rapat. Kantong plastic itu kemudian diletakkan atau digantung di atas pohon sehingga binatang liar endemic di wilayah ini pun tak dapat meraih makanan yang kerap mereka incar. Cara ini terbilang cukup ampuh meski pun tidak seratus persen berhasil…

Menurut informasi, Pos 3 ini juga adalah merupakan batas wilayah terakhir dari perkebunan penduduk. Namun, oleh pihak terkait, lokasi ini dinyatakan tidak boleh dijadikan lahan pertanian. Dari Pos 3 ini, untuk mencapai Gunung Sindoro masih dibutuhkan waktu sekitar empat jam perjalanan. What a great time…

Lumayan, masih masih cukup jauh. Tapi, apa pun alasannya, tetap kurang puas rasanya bagi para pendaki, jika masih belum menggapai Puncak Gunung Sindoro. Lanjutkan perjalanan, atau tetap di Pos 3 setelah memburu cahaya fajar keemasan, itu kembali pada keputusan para pendaki…@

Pos terkait