Cilodong – Tingginya curah hujan di awal bulan Maret 2025 kerap mengakibatkan genangan air dan banjir di beberapa titik di Kecamatan Cilodong Kota Depok.
Camat Cilodong Zainal Arifin mengatakan, total ada enam titik di dua kelurahan yang menjadi pekerjaan rumah penanganan genangan air dan banjir.
Menurut Zainal, titik rawan banjir antara lain di RW 6 Kelurahan Cilodong dan lima titik banjir di Kelurahan Sukamaju seperti di RW 26 dan RW 15.
“Di Sukamaju ada lima titik banjir yang memang dekat dengan kali. Dan juga karena air kali yang meluap keluar karena pembatas kali dengan turap rumah tidak terlalu jauh akibatnya air meluap ke bawah, apalagi kondisi turapnya ada beberapa yang sudah bocor, jadi air merembes,” kata Zainal belum lama ini.
Menurut Zainal, pihak kecamatan telah menyediakan anggaran perbaikan turap sebesar Rp30 juta di Sukamaju. Anggaran sebesar Rp60 juta akan dialokasikan untuk penanganan banjir di RW 6 Kelurahan Cilodong.
“Saya lihat di sini kondisi banjir lebih parah dan lebih sering. Masyarakat juga sudah melakukan upaya antisipasi dengan membongkar jembatan di Kali Tumpah,” ucap Zainal.
Jembatan dibongkar lantaran kondisi jembatan sejajar dengan kali. Dan diantisipasi dengan membangun jembatan yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Tahun 2026, Setiap RW Kelola Rp300 Juta
Di sisi lain, Zainal mengatakan pembangunan infrastruktur di Cilodong masih terus berlanjut. Tahun 2026, proyek infrastruktur berbasis RW di Kecamatan Cilodong akan dikerjakan melalui mekanisme Kelompok Masyarakat (Pokmas). Camat Cilodong mengatakan pembangunan infrastruktur berbasis RW menggunakan skema Rp300 juta per RW.
“Tujuannya untuk pemerataan pembangunan di setiap wilayah,” kata Zainal.
Dalam alokasi penggunaannya, para RW dan RT akan mendapatkan pelatihan terkait penggunaan dana tersebut sebelum program ini dijalankan sepenuhnya pada 2026. Bantuan dana Rp300 juta per RW ini akan diberikan secara bertahap.
Zainal berharap, dengan dana pemerataan ini mudah-mudahan PR-PR terselesaikan. Sebanyak 96 RW mendapatkan porsi yang sama.
“Harapannya, pada 2026, beberapa PR pembangunan di tiap RW bisa berkurang. Dana Rp300 juta ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan kecil yang tidak tertangani oleh program pembangunan skala besar,” katanya.
Beberapa kegiatan pembangunan yang kelak dapat dilakukan di setiap RW antara lain membeli ambulance, pembangunan posyandu, ada juga kegiatan karang taruna, PKK dan forum anak, beberapa kegiatan lain.
Untuk tahun ini, pembangunan infrastruktur di RW kelurahan sudah melebihi Rp20 miliar, sementara plafon anggaran yang tersedia untuk Kecamatan Cilodong sekitar Rp30 miliar.
“Jika melihat usulan dari kelurahan, jumlahnya cukup besar. Misalnya, Kelurahan Sukamaju mengusulkan Rp9 miliar, Cilodong dengan 8 RW mencapai Rp22,4 miliar, Jatimulya dengan 11 RW sebesar Rp3,3 miliar, dan Kalimulya mencapai Rp 11,3 miliar. Totalnya sudah melebihi Rp 20 miliar, ditambah dengan usulan dari kecamatan,” sebutnya yang dilansir dari laman resmi beritadepok.@





