Depok – Untuk menciptakan generasi sehat, harus berawal dari dua orang tua yang sehat pula. Untuk itulah Wali Kota Depok Supian Suri mewajibkan setiap pasangan calon pengantin memeriksakan kesehatan ke puskemas. Pemerintah Kota Depok telah berkoordinasi dengan DPRD untuk menggratiskan semua pemeriksaan bagi calon pengantin. Pemeriksaan kesehatan gratis itu mencakup konseling, cek laboratorium untuk HIV, hepatitis dan sifilis.
“Soal pembiayaan ini kami sudah berkoordinasi dengan DPRD,” kata Supian Suri di Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) RPJMD 2025-2029 dan RKPD 2026 di Lecturer Hall Universitas Islam International Indonesia (UIII), Rabu (30/4/2025).
Karena sifatnya wajib, maka Supian berharap KUA bersinergi dengan puskesmas. Pasangan pengantin harus mengantongi surat keterangan pemeriksaan sebelum melangsungkan pernikahan di KUA.
“Kita ingin generasi yang lahir –ikhtiar maksimal- berasal dari bapak dan ibu yang sehat. Inilah maksud kita menggratiskan pemeriksaan kesehatan,” kata Supian.
Selain program bagi calon pengantin, Supian juga akan menggratiskan biaya pemeriksaan seluruh pasien yang memeriksakan kesehatannya di Puskemas. Biaya retribusi kesehatan di puskesmas akan ditiadakan. Dengan demikian, masyarakat lebih sering berobat ke Puskesmas.
Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriatna mengajak seluruh lapisan masyarakat menyatukan tekad mendukung narasi yang dibangun Wali Kota Depok untuk maju melayani Kota Depok.
“Sebab, kota ini terlalu besar untuk diurus oleh satu pihak. Sama-sama kita membangun kota ini,” kata Ade.
Selaku badan legislative di Depok, Ade siap mengawal proses perencanaan hingga PPAS dan RAPBD. Sehingga alokasi anggaran yang dibahas tepat sasaran sesuai harapan.
“Kita ingin, tidak ada satu rupiah pun uang melenceng untuk pembangunan Kota Depok,” ungkap Ade.
DPRD Kota Depok juga mendukung efisiensi anggaran yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto. Upaya ini sama artinya bahwa pemerintah Kota Depok harus memprioritaskan mana yang paling penting di antara yang penting.
“Standing better, bukan berarti belanja lebih sedikit, namun memilih mana yang lebih penting di antara kegiatan penting lainnya,” ucap Ade.
Musrenbang ini juga diikuti Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, perwakilan komisi-komisi dan fraksi-fraksi di DPRD, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras, Dandim 0508/Depok Letkol Inf Iman Widhiarto, Rektor UIII Jamhari Makruf, PKK, Forum Anak, karang taruna, sejumlah tokoh masyarakat dan, unsur pemerintahan di Kota Depok.





