Depok – Sebanyak 180 murid Sanggar Tari Larasati mengikuti Evaluasi Kenaikan Tingkat, Minggu (18/5/2025) di Pesona Square, Kota Depok. Evaluasi Kenaikan Tingkat 2025 ini merupakan penilaian akhir setelah mengikuti pelatihan selama satu tahun di Sanggar Tari Larasati.
Pimpinan Sanggar Tari Larasati, Kurniawan menjelaskan ujian kenaikan yang ke-16 ini diikuti sebanyak 11 tingkatan dan 2 tingkat bertugas sebagai pengisi acara. Seluruh murid Sanggar Tari Larasati ini berasal dari empat 4 sanggar cabang dan dari sanggar pusat.
“Adapun cabang-cabang Sanggar Tari Larasati tersebut antara lain di Sanggar Kecamatan Sukmajaya, Sanggar Grand Depok City, Sanggar Mampang, dan sanggar cabang Sawangan. Sementara sanggar pusat kami ada di Jalan Kemakmuran Raya Depok 2 Tengah,” urai Kurniawan.
Lebih lanjut, Kurniawan yang juga aktif sebagai Ketua Lembaga Kebudayaan Depok ini menjelaskan bahwa penilaian ujian tahun ini melibatkan tiga juri yang pakar di bidang seni tari. Ketiga juri tersebut yaitu Maestro Tari Betawi Wiwiek Widiyastuti, Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta Dinny Devi Triana, serta Seniman dan Koreografer Tari Upi Andriani.
Evaluasi ini tidak sekadar seremonial. Menurut Kurniawan, Sanggar Tari Larasati juga memberikan penghargaan untuk penari terbaik yang diambil dari nilai tertinggi dan absen kehadiran pada setiap latihan selama satu tahun.
“Setiap penari terbaik pada setiap tingkatan akan mendapatkan Piala Bergilir Penari Terbaik dari seluruh tingkatan dan cabang sanggar. Pemberian piala bergilir ini merupakan piala tahun ke-3,” ujar Kurniawan.
Ujian Evaluasi Kenaikan Tingkat Sanggar Tari Larasari 2025 juga dihadiri Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok Eko Herwiyanto, serta Pembina Sanggar Larasati Dadang Wihana. @





