Depok – Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa evaluasi dalam pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kota Depok yang berlangsung setiap hari Minggu. Salah satu evaluasi yang dilakukan adalah memfasilitasi ketersediaan transportasi bagi umat Nasrani yang membutuhkan waktu untuk beribadah.
“Kami telah mengevaluasi dan siap membantu umat Nasrani yang akan beribadah dengan fasilitas yang kita miliki, misalnya menyediakan angkutan umum untuk mengantarkan,” kata Supian Suri usai menghadiri Sidang Paripurna Kota Depok, Selasa (12/8/2025).
Sebelumnya dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Depok, Anggota DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo mengatakan bahwa sampai hari ini tidak ada gonjang ganjing terkait waktu pelaksanaan CFD dengan jadwal bergereja di hari Minggu.
Menurut Anggota DPRD dari Fraksi PDI-Perjuangan ini, kegiatan CFD tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kegiatan ibadah di hari Minggu.
“Kami masyarakat Kristen, termasuk saya, dapat menyesuaikan waktu untuk bergereja. Yang tadinya pagi, jadinya memilih jadwal ibadah pada sore hari. Jadi saya pikir ini tidak perlu dipersoalkan. Tetapi apapun itu, saya berterima kasih, ini menjadi masukan terutama kepada Bapak Wali Kota untuk memperhatikan ke depan sehingga CFD yang bagus menjadi lebih baik,” kata Hendrik.
Pernyataan tersebut Hendrik kemukakan usai mendengar masukan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang meminta agar pemerintah Kota Depok membantu memberikan solusi yang memberikan kemudahan transportasi bagi umat Nasrani yang akan beribadah di Minggu pagi.
Ketua Komisi A DPRD Kota Depok Khairulloh, menyampaikan bahwa ada beberapa keluhan yang diterimanya. Bahwa di sekitar kawasan pelaksanaan CFD Depok ada enam gereja yang terdampak langsung pelaksanaan CFD dan mengalami gangguan transportasi saat akan menuju ke tempat peribadatan. Sementara itu 30 gereja yang juga merasakan dampak tidak langsung.
Menurut Khairulloh ada tiga usulan yang dapat dijadikan solusi. Pertama, pemerintah Kota Depok memberikan jalur khusus atau akses untuk bisa cepat sampai ke lokasi ibadah. Kedua, lokasi CFD dipindahkan ke tempat lain. Dan, ketiga adalah usulan agar CFD dilaksanakan tidak setiap pekan atau digilir lokasinya, misalnya pada pekan pertama di Margonda, dan pekan kedua di tempat lain dan seterusnya.
“Tujuannya, agar semuana bisa nyaman. Baik yang melaksanakan CFD maupun saudara kita yang melaksanakan ibadah di hari Minggu,” kata Khairulloh.





