Depok – Kata siapa seni sandiwara tradisi Betawi Lenong diminati juga oleh generasi masa kini? Pertanyaan bahwa tradisi menjadi asing bagi para remaja terjawab, bahwa dengan pendekatan tertentu maka mereka akan dapat menikmatinya.
“Saya kira dulu Lenong itu tak menarik. Ternyata kalau kita terlibat kita sangat menyukainya, saya selalu hadir dari latihan peran sampai ke pementasannya,” ujar Fahwa, salah satu pemain dari Sekolah Master, Depok.
Pelajar lainnya, Irwansyah dari SMA PGRI bahkan mengatakan kalau kegiatan pelatihan lenong ini mendapatkan dukungan dari kedua orangtuanya. Paman dia, yang juga terlibat dalam kegiatan tradisional Betawi, sangat mendukung kegiatan yang dia lakukan di masa dia masih pelajar ini.
Dua kelompok pelajar dari berbagai sekolah termasuk SMAN 11, SMAN 5, SMK Forward Nusantara, akan mementaskannya di Panggung Betawi Ngoempoel Creative Center, Jalan Tanah Baru 74, Beji, Depok, Sabtu malam (4/10/2025). Pelatihan ini juga mendapatkan dukungan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
Ketua Lembaga Kebudayaan Depok Kurniawan melihat bahwa pelatihan yang digelar sejak awal Februari 2025 ini telah membukakan pemahaman kepada pelajar tentang Lenong. Dari pelatihan, mereka mengenal seni peran, keberanian tampil di publik, mengolah rasa dalam kesenian juga berbagai instrumen dan kostum tradisi juga Bahasa Betawi.
“Kita mengharapkan mereka kelak akan mendukung iklim dan aktivitas di kota ini. Setidaknya mereka dapat mengapresiasi, melestarikan sekaligus melindungi seni tradisi Betawi Depok,” tambah Kurniawan yang juga Sanggar Tari Larasati.
Beberapa pelaku teater seperti Andre Bayuardi, Iman Sembada, Bambang Wahyudin, Edi Darim, dan Arief Lintau Darwis, juga telah mengisi materi di selama beberapa bulan pelaksanaan pelatihan lenong. Sebelum pementasan yang dilakukan di panggung, para pelajar itu telah menjalani, diskusi, pelatihan dan pementasan Lenong Denes
Firman Jali (26/4/2025), Lenong Preman “Emak” Iin Marlina (26/6/2025).
Penerbitan Buku “Lenong Depok”
Selain pentas lenong, Lembaga Kebudayaan Depok juga akan meluncurkan secara simbolik kaver buku bertajuk “Menyusur Jejak Lenong di Tanah Depok (Tentang Lampau, Kini dan Masa Depan)” yang ditulis oleh Sihar Ramses S yang juga Sekretaris LKD bersama pengurus lainnya. Buku akan disebarkan setelah pementasan Lenong Denes dan Lenong Preman.
Buku ini merangkum wawancara para maestro dan pelaku lenong juga pengamat seni tradisi Betawi di antaranya “Emak” Iin Marlina, “Abang” Firman Jali, “Baba” Entong Manisah Boy, Prof.Semiarto Aji Purwanto, hingga “Encang” Yahya Andi Saputra bahkan kisah Lagu Dalem dan Lagu Sayur Encim Masnah.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Kebudayaan Depok dengan Pembina Ir. H. Nuroji M.Si. yang juga anggota DPR RI ini juga didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui program Indonesiana.***





