Dinas Sosial Kabupaten Bogor akan Dukung Kegiatan Forum TBM, Ini Langkahnya

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor Farid Maruf (kanan) menerima Forum TBM Kabupaten Bogor Sri Lina Qomariyah, Mila Fitrina, Romauli Lubis

Bogor – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor Farid Maruf menyampaikan dukungannya mendorong kemajuan gerakan literasi para relawan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kabupaten Bogor. Hal ini dia ungkapkan saat menerima audiensi Pengurus dan Ketua Forum TBM Kabupaten Bogor Sri Lina Qomariyah di Kantor Dinas Sosial, Jumat, 6 Februari 2026.

Gerakan menggiatkan literasi bagi anak-anak di setiap lingkungan TBM memang bukan pekerjaan mudah, apalagi di tengah serangan digitalisasi masa kini. Sebab, budaya membaca di kalangan anak-anak sudah bergeser ke cara digital yakni membaca gawai di tangan.

Read More

“Saya mengucapkan terima kasih karena masih ada warga di negara kita yang peduli terhadap literasi anak. Karena sekarang budaya membaca jadi berkurang, kalah dengan budaya baca digital padahal dari sisi penyerapan membaca buku itu lebih menyerap daripada membaca di HP. Apalagi kalau ada literasi verbal, kita baca, kita dengar. Kalau ada aktivitas begini, ini adalah orang-orang tangguh,” kata Farid.

Farid menjelaskan bahwa tidak semua elemen masyarakat berada di bawah naungan Dinas Sosial. Menurutnya ada empat komponen yang ditangani secara serius Dinas Sosial yaitu kemiskinan, korban bencana, lansia (lanjut usia) dan anak yang terlantar, dan disabilitas yang miskin.

Sementara itu menurut Farid, kegiatan TBM masuk di sektor pendidikan non formal di luar sekolah.

“Kalau kita sebut kegiatan di TBM itu bukan les, bukan kursus tetapi lebih mendorong kemampuan anak-anak yang sudah sekolah atau menutupi anak yang tidak sekolah,” ucap Farid.

Farid mengatakan, untuk mendukung gerak dan kegiatan Forum TBM dan pegiat literasi yang ada di Kabupaten Bogor, maka hal pertama yang dapat dilakukan adalah mencari mitra yang tepat. Farid mengungkapkan, mitra institusi yang paling tepat adalah Dinas Pendidikan dan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah.

Dia menilai bahwa banyak kegiatan TBM yang beririsan dengan program di Dinas Pendidikan.

“Nanti saya coba komunikasikan dengan teman-teman di Dinas Pendidikan, kalau ini berjalan, ini bagus. Dampaknya sangat signifikan terhadap peningkatan kemampuan dan daya tangkap anak dalam membaca, dan belajar. Tinggal yang penting nyambung dulu dengan stakeholdernya,” ujar dia.

Farid mengatakan bahwa kerja sama yang sudah lama terjalin antara Forum TBM Kabupaten Bogor dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor sangat tepat.

“Itu bagus sekali, tinggal dilanjutkan karena sebagian sarana dan prasarana bisa didorong di Dinas Arsip dan Perpustakaan,” tutur mantan Lurah Sukahati ini.

Sementara itu, Sri Lina Qomariyah menyebutkan bahwa keberadaan Forum TBM tersebar di seluruh Indonesia mulai dari kepengurusan di desa hingga tingkat nasional.

Relawan TBM di Kabupaten Bogor yang tersebar di setiap desa biasanya bekerja secara mandiri.   Dan TBM berkegiatan di banyak sektor tanpa membatasi ruang di bidang literasi semata.

“Kami fokus tidak hanya di bidang literasi, tetapi luas daripada itu, yaitu pendidikan non formal, tidak hanya soal membaca menulis, namun ikut ambil bagian mengembangkan potensi masyarakat sekitar agar berdampak pada lingkungan sekitar,” kata Lina yang juga pemilik Taman Baca Bilabong ini.

Selama ini kegiatan di TBM mengandalkan semangat kerelawanan. Lina mengakui, dalam menjalankan kegiatan operasional masih mengandalkan kerja sama dengan corporate social responsibility (CSR) dan stakeholder terkait lainnya. Dan harapannya, kerja sama di bidang kemanusiaan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Sosial.

Kedatangan Lina didampingi Bidang Program dan Kemitraan Mila Fitrina dari TBM Rumah Baca 4 Jagoan dan Bidang Informasi Komunikasi, Romauli Lubis dari TBM Rumah Aksara Khatulistiwa.@

Related posts

Leave a Reply