Para pengurus Parsadaan Lumbanraja Datu Parulas Parultop Dohot Boruna se-Indonesia adalah generasi muda diharapkan dapat menjalankan organisasi di tengah dunia digital.
Lantunan sarune dan irama Gondang mengiringi acara Bona Taon Parsadaan Lumbanraja Datu Parulas Parultop Dohot Boruna se-Indonesia (PLRDPP), di Gedung Pertemuan Delima, Jl. Inspeksi Kalimalang Jakarta Timur, Sabtu (30/4/2023).
Pomparan Datu Parulas Parultop Lumbanraja berbaris jajar panjang manortor mengiringi musik yang mengalun. Suasana persaudaraan, guyub. Ikatan persaudaraan sedarah terasa saat beriring bersama. Mangkuling do mudari. Gerak tortor dan tangan yang menyembah ke atas menjadi simbol memohon berkat agar pomparan mendapatkan berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Debata.
Dalam acara itu, sesepuh O. Nainggolan yang telah aktif sejak 1980-an mengatakan harapannya. Di era digital masa kini, visi dan misi PLRDPP harus wajib dijaga.
Mewakili generasi muda, Ketua Bidang Organisasi Robby Lumbanraja yang juga Ketua Panitia Acara, mengatakan bahwa setelah tiga tahun pandemi, dia surprise melihat animo luar biasa generasi muda yang datang di acara ini.
Dia berharap pengurus periode ini dapat menjadi jembatan agar generasi mendatang mengerti apa itu makna dan filosofi habatahon sebagaimana diamanahkan pendiri organisasi di masa lalu.
Generasi milenial marga Nainggolan Lumbanraja harus lebih peduli pada kebudayaan dan silsilah marga Batak sehingga identitas dan jejak kebudayaan tidak hilang.
Momen bona taon ini diisi dengan Pelantikan Pengurus PLRDPP periode 2023-2028.
Prosesi pelantikan dilakukan oleh pendiri yang juga penasihat organisasi Ev Budiman Nainggolan. Pengurus periode baru ini di antaranya Ketua Umum DPP PLRDPP, Mangatur Nainggolan Lumbanraja yang didampingi Josua Victor Lumbanraja (Sekretaris Jenderal) dan Hendri Pakpahan (Bendahara Umum) serta jajaran pengurus lainnya.
Ketua Umum DPP PLRDPP Mangatur Nainggolan Lumbanraja bercerita bahwa parsadaan Nainggolan Lumbanraja telah dimulai sejak 1962. Saat itu, para sesepuh/orang tua Pomparan Lumbanraja telah mendirikan Kongsi Lumbanraja. Kongsi Lumbanraja ini bahkan sudah menyatakan wadah yang karakternya semacam koperasi.
Sayangnya, walau sempat menjadi pembuka jalan, kongsi ini tidak berlanjut. Kongsi ini aktif kembali pada 1974 di Jakarta dan berlanjut hingga sekarang.
“Kami merangkul milenial dan meluruskan jejak sejarah di dunia digital lewat tarombo digital. Lewat portal tarombo.id yang menjadi salah satu programnya. Kedua, di momen bonataon ini, generasi Lumbanraja berangkulan dan membentuk jejaring. Menopang dan tukar menukar informasi, peluang dan beasiswa, juga menyiapkan strategi berkarier. Juga melakukan upaya soliditas, kebersamaan, bagi generasi Datu Parulas di masa mendatang,” ujar Mangatur.
Menurut Sekjen Josua Victor, para tetua memberikan kesempatan pada para pengurus yang adalah generasi muda untuk menjalankan organisasi di tengah dunia digital. Inovasi para generasi muda diharapkan dapat mengikuti perubahan sesuai zaman. Para profesional juga dilibatkan di organisasi ini agar institusi bisa berkembang ke depan.
Josua menambahkan, dengan menjalankan prinsip kebersamaan, gotong royong, persaudaraan, kerja sama dan saling membantu, maka pelestarian kebudayaan dan identitas kultur pomparan akan tetap bertahan di generasi kini hingga mendatang.
Acara bona taon ini dimulai dengan ibadah yang dipimpin Pendeta Harapan Lumbanraja dengan tema “Sungguh, Alangkah Baiknya dan Indahnya, Apabila Saudara-Saudara Diam Bersama dan Rukun (Maszmur 133:1)”. Sedangkan sub tema acara ini “Alangkah Baiknya Duduk Bersama Pomparan Datu Parulas Parultop Lumbanraja”. @





