BOGOR – Kebakaran yang terjadi pada, Rabu malam (27/9) kemarin di pasar Tradisional Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor menyisakan cerita pilu bagi pemilik kios.
Dari pantauan di lokasi kejadian, tampak puing-puing material yang terbakar berserakan. Namun sebagian barang yang masih utuh sudah dikemas rapi oleh para pemilik toko.
Begitu juga sisa-sisa kain pakaian pedagang baju masih ada yang bisa diselamatkan walaupun banyak juga hangus dilalap api.
Menurut salah satu pemilik kios pakaian Koh Apan (49) mengatakan api baru dapat dipadamkan total ke esokan harinya sekitar jam 02.00 wib siang. Kabar kebakaran ini, Ia ketahui dari pesan grup whatsapp yang masuk ke ponselnya, kalau toko-toko di pasar leuwiliang sedang terbakar.
“Awalnya saya tanggapi dengan santai, tetapi beberapa teman yang mengirim pesan ke grup WA saya bilang api sudah mulai merambah ke gedung tempat saya berjualan sontak saya kaget,” kata Koh Apan merupakan warga Desa Karekel, Kecamatan Leuwiliang ini saat ditemui anjangsana.id kemarin.
lantas Ia bersama istrinya bergegas menuju lokasi. Melihat api masih terus mengamuk dan melahap gedung utama pasar yang berlantai 2 tersebut, ia pun hanya bisa pasrah akan kejadian ini, untungnya beberapa pakaian jualannya masih dapat diselamatkan.
Petugas pemadam yang saat itu ada dilokasi kejadian pun berjibaku menyemprotkan air ke lapak-lapak dan kios yang ada digedung agar api tidak menjalar kemana-mana, namun nampaknya petugas pun mengalami kesulitan karena banyaknya material yang mudah terbakar dan ditambah persedian air yang tidak mencukupi, karena memang seperti yang kita ketahui saat ini sedang dilanda kemarau panjang dimana-mana termasuk juga wilayah bogor.
Berdasarkan informasi, sebanyak 1.615 kios dan lapak-lapak pedagang yang ada dipasar leuwiliang kabupaten bogor hangus terbakar akibat amukan si jago merah.
Seorang pemilik kios kosmetik bernama Dewi (56) mengaku tak bisa berbuat banyak atas kejadian kebakaran itu. Ia hanya bisa pasrah dan berharap mendapat bantuan dari pemerintah setempat.
“Kalau saya jualan kosmetik dan ini mata pencaharian satu-satunya. Sudah mah zaman sekarang jualan tuh susah karena bersaingan dengan online ditambah musibah ini, ya gimana lagi kalau udah begini kan,” ucapnya berkaca-kaca saat ditemui di lokasi pada senin pagi (2/10)
Atas musibah itu, Dewi yang sudah berjualan selama puluhan tahun dipasar leuwiliang pun sudah memperkirakan kerugian yang dialaminya. Ia pun bingung harus memulai dari mana karena tak ada lagi modal.
“Sekarang kan kalau dihitung lebih sampai puluhan juta,” ucapnya yang sudah berjualan puluhan tahun di pasar itu.
Pedagang di Pasar Leuwiliang lainnya, Hilda mengaku bingung lantaran kini dia tidak bisa berjualan lantaran selain tempat dia berjualan hangus terbakar dia juga menderita kerugian materi akibat peristiwa tersebut.
“Saya belum tau juga mau bagaimana lagi. Pokoknya saya kerugian itu mencapai 150 juta jadi belum ada bantuan atau apa dan belum ada tempat untuk berdagang lagi jadi harus bagai mana saya kedepan untuk mencari nafkah buat keluarga,” katanya.
Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga selaku pihak pengelola pasar, Haris Setiawan mengatakan, ribuan kios terbakar itu berada di seluruh gedung atau bangunan yang terdiri dari dua lantai Pasar Leuwiliang. Kios yang terbakar kebanyakan berjualan sembako, pakaian, dan kosmetik.
“Hampir semuanya terbakar bahkan ada lima titik MCK yang juga hangus terbakar,” ujar Haris melalui keterangan tertulisnya, Kamis (28/9).
5 (lima) hari pasca kebakaran, para pedagang mulai dilanda kebimbangan karena tempat meraka berjualan sebelumnya untuk mencari nafkah sudah tidak bisa ditempati, sementara tempat penampungan sementara belum ada kejelasan, dengan terpasaka mereka mendirikan lapak darurat di sekitar lingkungan pasar sambil menunggu tempat relokasi disediakan.
Meskipun insiden kebakaran itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun atas kejadian ini banyak karyawan atau buruh harian lepas yang bekerja di kios para pemilik usaha yang ada dipasar juga kena dampaknya.(Agus Arrohman S)Sedih! Ini Cerita Pilu Pedagang Korban Kebakaran Pasar LeuwilianGOR – Kebakran yang tr





