Wali Kota Supian Suri Pesan Tiga Kambing Kurban dari SLB Negeri Depok, Ini Sebabnya…

dari kiri: Wakil Kepala Kurikulum SLB Negeri Depok Sri Faridanto, Nuraeni Widyawati Kepala Dinas Dukcapil Kota Depok, Wali Kota Depok Supian Suri, Plt Kepala SLB Negeri Kota Depok Lia Cornelia Dewi, Kadisdik Depok Siti Chaerijah Aurijah.

Depok – Mendekati satu bulan perayaan Hari Raya Kurban 1446 hijriah, Wali Kota Depok Supian Suri telah memesan tiga ekor kambing tipe Super Big Jumbo VVIP dari Kewirausahaan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Depok. Menurut Supian, kewirausahaan yang telah dilakukan para siswa SLBN Depok patut mendapat apresiasi.

Supian dalam kunjungannya ke SLBN Kota Depok, Selasa (6/5/2025) mendukung kemandirian anak-anak berkebutuhan khusus. Selain membeli hewan kurban dari SLBN Depok, Supian juga menawarkan kerja sama dengan Lembaga  Pelatihan Kerja (LPK).

Read More

“Kita ingin agar anak-anak ini juga mandiri, salah satunya melakukan kerja sama dengan LPK untuk memberikan pelatihan sesuai bakat, misalnya membatik, menjahit, merias bahkan melatih di bidang pertanian. Insyallah kita akan coba support,” ucap Supian.

Wali Kota juga siap mendorong para siswa yang sudah punya keterampilan. Supian mengatakan dalam setiap momen car free day, Pemerintah Kota Depok akan menyediakan satu stand yang khusus menjual hasil keterampilan anak-anak istimewa dari SLBN Depok.

“Sehingga warga Depok dapat memberikan motivasi dengan membeli produk hasil kewirausahaan mereka,” kata Supian.

Selain itu, Wali Kota mengapresiasi kegiatan siswa SLBN Depok tingkat SMA yang telah belajar mandiri dalam bidang kewirausahaan dengan menjual hewan kurban.  

“Bagaimana pun mereka mandiri,  membantu memelihara, merawat hewan kurban. Mereka bekerja selama 8 jam. Ini juga bagian dari kemandirian,” ungkap Supian.

Sementara itu Wakil Kepala Kurikulum SLBN Kota Depok Sri Faridanto bercerita bahwa kegiatan kewirausahaan menjual hewan kurban ini telah mereka mulai sejak tahun 2018. Para siswa SMA di SLBN Kota Depok dari tuna grahita dan tuna rungu terlibat dalam usaha ini.  

Pada 2018, keahlian di bidang kewirausahaan awalnya menjual dua kambing, tahun 2019 berhasil menjual lima kambing, saat 2020 menjelang pandemi Covid mampu menurunkan 15 ekor kambing dan di luar ekspektasi  berhasil menjual hingga 30 ekor kambing.  Pada 2024, SLBN Depok berhasil menurunkan satu truk atau 60 ekor kambing.

“Nah, sekarang kemungkinan (2025, red) bisa 75 ekor,” kata Danto.

Guru pria di SLBN Depok ini menuturkan, modal awal atau di masa pengenalan, mereka mengeluarkan anggaran Rp2,75 juta. Tahun ini, estimasi modal anggaran yang dikeluarkan untuk membeli hewan kurban mencapai Rp325 juta yang didatangkan dari Boyolali dan mendapat perawatan di Hambalang.

“Nanti kami jual kembali mulai harga Rp3 juta sampai Rp8,5 juta,” ungkap Danto.

Khusus kambing kurban untuk Wali Kota Supian Suri, Danto akan menyiapkan kambing sesuai pesanan seharga Rp5 juta per ekor. Wali Kota memesan tiga ekor kambing.

“Kami akan menyiapkan kambing kurban yang harganya Rp7,5 juta dan memberi harga khusus kepada Wali Kota seharga Rp5 juta sebagai promosi. Dan, untuk promosi juga, kami berikan Super Big Jumbo VVIP. Jadi kita punya tipe A, B, C, D, E, super, super VIP, super VVIP, super jumbo VIP dan super big jumbo VVIP,” bebernya.

Pesanan akan diantar pada H-1, saat kondisi kambing itu sudah sangat fresh.

Menurut Danto, sebelum menyalurkan hewan kurban ke konsumen, selama 12 hari siswa SLB mengurus hewan kurban dan mereka juga berlatih menjual hewan kurban.

“Kami melatih siswa SMA karena mereka sudah masuk dunia kerja dan begitu mereka lulus mereka mudah masuk dunia kerja. Dan satu ditanamkan, bahwa mereka harus menjadi pekerja keras,” ucap Danto. @

Related posts

Leave a Reply