Kafe ini cocok untuk keluarga dan komunitas yang ingin bertemu atau merayakan bersama kawan sehobi.
Perjuangan pendiri Alvandra’s Kitchen untuk menyulap hampar taman di areal pinggir jalan raya menjadi kafe ini membuahkan hasilnya. Kesejukan udara dari pohon yang ditanami di pinggir areal membuat mata terlelap oleh suasana hijau dan udara segar di sekitar kafe.
Di tengah areal, selain lahan luas untuk parkiran motor dan mobil, pengunjung dapat memilih duduk di bangku areal terbuka atau pun petak kafe yang lebih terasa suasana indoor. Dua pilihan ini membuat pengunjung dapat menyesuaikan tempat yang cocok untuk berdiskusi bersama rekan atau pun keluarga.
Tak mudah bagi Bachtiar untuk mewujudkan oase kafe semi taman terbuka di wilayah Serpong, Tanggerang Selatan ini. Pendiri kafe yang dulunya adalah mantan wartawan Harian Umum Sinar Harapan ini bahkan memulai usahanya sejak 11 November 2020 saat dilanda wabah pandemi COVID.
Itu juga yang menjadi alasan bagi Bachtiar memilih suasana terbuka saat membuka usaha. Temanya nuansa alam, terasa aman bagi pengunjung ketika bersua dan berinteraksi dengan pengunjung lain. Juga saat menikmati sajian kuliner.
Sambil menikmati varian minuman dan makanan yang tersedia, pengunjung juga dapat merasakan udara sejuk layaknya di pedesaan. Di tengah macet suasana jalanan di Serpong, pengunjung seakan menghentikan waktu untuk bercengkerama dengan keluarga atau pun kawan.
Selain fasilitas parkir yang luas, ada fasilitas musholla, wifi berkecepatan tinggi dan toilet. Ada area mainan anak dan ruang baca yang memadai untuk membaca buku novel. “Fasilitas ini untuk menambah kenyamanan pengunjung,” ujar Bachtiar
Temu Komunitas
Saat dihubungi Anjangsana pun, Bachtiar mengatakan bahwa pada Rabu (1/3) pun, komunitas motor sedang mengisi area kafe ini. Menurutnya, banyak komunitas mobil dan motor yang telah memanfaatkan Alvandra’s Kitchen dan mengisinya dengan berbagai kegiatan.
“Bukan hanya komunitas, lokasi kami juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti reuni, arisan, acara ulang tahun dan lainnya,” kata Bachtiar.
Harapannya, Alvandra’s Kitchen dapat dimanfaatkan sebagai saluran berbagai kreativitas warga Tangerang Selatan. Termasuk menjadi areal untuk pertemuan komunitas seni dan gaya hidup.
“Seperti peluncuran buku atau gelar karya seni, dapat juga dilakukan di tempat ini. Penyelenggaranya dapat menghubungi kami beberapa hari sebelum acara digelar. Area ini memadai untuk diskusi dan kongkow semacam itu,” ujarnya.@





