Kafe Pedjuang!, Tempat Asyik Ngopi sambil Diskusi

Oleh: Adma Bestari

Tempat yang simple dan asyik untuk bercengkerama atau diskusi di wilayah Jakarta Selatan.

Read More

Ruangannya minimalis namun cocok untuk tempat pertemuan, diskusi dan rapat-rapat kecil. Nama kafe ini pun cukup unik, Kafe Pejuang!. Kafe yang berlokasi di Jl Grafika No. 45 (di depan MRT Lebak Bulus), Pd. Pinang, Jakarta Selatan ini memang menawarkan tempat nyaman serta asyik untuk menyeruput kopi sambil berbincang-bincang panjang.

Menurut Ketua Gerakan Turuntangan,  M Chozin Amirullah yang juga pemilik kafe ini, istilah “pejuang” bertujuan agar kafe menjadi tempat ngopi bagi semua orang yang teridentifikasi atawa mengidentifikasi dirinya sebagai pejuang. Pejuang dalam arti yang luas:  memperjuangkan aspirasi politik, orang yang sedang memperjuangkan keberlanjutan dari bumi.

Selain itu, pejuang bermakna memperjuangkan kemanusiaan bahkan yang sedang memperjuangkan cintanya, anaknya, pejuang yang sedang memperjuangkan dirinya sendiri termasuk para pejuang relawan Anies Baswedan yang sedang memperjuangkan perubahan negeri ke arah yang lebih baik.

“Prinsip dasarnya, manusia itu pada hakekatnya pejuang dan orang-orang yang sukses itu mentalitasnya pejuang. Harapannya, di kafe ini para pejuang itu ketemu, ngopi, diskusi, menemukan gagasan baru,” kata Chozin, Selasa (21/2).

Menyoal konsep, Chozin menuturkan, Kafe Pedjuang! ini menerapkan konsep yang dibutuhkan oleh anak-anak kekinian atawa milenial, yakni santai, bersahabat dan keakraban. Tak heran  jika di kafe tersebut pengunjung bisa memilih duduk lesehan dan bisa juga duduk di kursi sambil berdiskusi, bekerja atawa mengerjakan tugas sekolah serta kuliah. Bahkan untuk sekadar bertukar kabar sambil berkelakar bersama sanak sahabat, teman sekolah, kuliah, kerja, organisasi dan dengan siapapun.

“Makanya, mari datang dan buktikan. Dipastikan kenyamanan, keakraban dan kenikmatan menyeruput kopi itu pasti kalian dapat serta tasakan di kafe ini,” tuturnya.

Rapat hingga Bisnis Sosial

Lebih lanjut Chozin menjelaskan, kafe ini juga menyediakan fasilitas co-working space, mushola, toilet dan kenyamanan. Tentu, kafe ini menjadi tempat yang pas bagi komunitas untuk rapat, bagi siapa saja buat acara dan segala macamnya.

Dari sisi bisnis kafe ini agak khas, karena ini adalah bisnis sosial. Memang ini bisnis, tapi dikelola dengan managemen murni bisnis. Tetapi, sesungguhnya yang menjalankan adalah para aktivis sosial. Hasil dari bisnisnya diperuntukkan pada kegiatan-kegiatan pergerakan dari Gerakan Turuntangan.

“Jadi ini adalah bagian dari ikhtiar Gerakan Turuntangan untuk pembiayaan aktivitasnya dan untuk melatih para relawannya dalam berbisnis, jelasnya.

“Kalau belanja tempat lain hasilnya untuk kepentingan penjualnya. Kalau di sini, secara tidak langsung berkontribusi bagi para pejuang,” tambahnya.

Chozin juga berharap Kafe Pedjuang! tersebut bisa laris, bisa memfasilitasi banyak komunitas, aktivis sosial untuk bisa berdiskusi dan berkarya di sini.@

Related posts

Leave a Reply