The Bad Guys: Sepotong Nurani di Jiwa yang Buruk

Foto; Ist -- KELOMPOK THE BAD GUYS. .
Cloud Hosting Indonesia

The Bad Guys adalah film animasi mengisahkan sekelompok hewan yang kerap dianggap jahat. Hingga ekor serigala yang goyang saat dielus manusia, menjadi awal munculnya kebaikan di hati mereka.

Film animasi yang menggabungkan kisah fable di antara manusia sudah banyak dilakukan termasuk  Alfin and The Chipmunks, Smurf atau Madagascar. Di luar paduan itu, film Bad Guys mengingatkan pada kisah serius berbalut kejenakaan seperti film Zootopia yang mengusung sosok baik dan jahat dalam pribadi tiap individu.

Bacaan Lainnya

Dikisahkan tentang persaudaraan dari sosok para hewan yang kerap mendapat stigma dari manusia, telah bersekutu menjadi persekongkolan kelompok jahat. Serigala, Hiu, Tarantula, Ular dan Piranha adalah perampok profesional yang ditakuti. Selain harta yang telah didapatkan, mereka terus bangga pada sosok mereka dan terus mengejar gengsi merampok harta paling bernilai.

Sebagaimana film The X Files, Mission Imposible atau The A Team, para bad guys ini memang memiliki keahlian yang berbeda. Misalnya saja, si Serigala jago siasat dan cerdik sehingga ditunjuk sebagai pemimpin, Tarantula jago dalam dunia teknologi, Hiu yang jago menyamar, Piranha yang menguasai ilmu beladiri.

Hanya saja, mereka tak percaya pada kebaikan. Nurani dianggap telah minggat  di hati mereka. Termasuk tetap kasar pada sesama anggota gang. Latar itu yang membuat mereka yakin setiap merampok.

Hingga si Serigala sebagai sosok pemimpin, tiba-tiba menahan tali tas seorang nenek yang hendak dia rampok. Si nenek yang menyangka dia seorang penolong, mengelus kepala si serigala dan menegur, “Engkau anak baik…” maka, ekornya pun bergerak seperti seekor anjing yang imut dan manis.

Foto;; Ist
DUA ANGGOTA BAD GUYS, ULAR DAN SERIGALA

Kejadian itulah yang menjadi awal banyak masalah dalam tiap aksi perampokan. Serigala terus terngiang, tiap individu dapat menjadi orang baik. Dari situlah, keempat kawannya yang lain mulai dipengaruhi Serigala. Sementara, kawannya juga menganggap Serigala berkhianat karena mulai dekat dengan figur ideal si Tikus yaitu Profesor Marmalade.

Tikus ini adalah sosok pujaan. Pernah menolong orang, sering berderma, kaya tapi pemerhati orang miskin. Peristiwa dia menyelamatkan manusia dari batu meteor yang jatuh. Ternyata, yang publik tak tahu adalah si Tikus ini punya niat untuk menguasai dunia dengan memanfaatkan energi komet. Hewan yang sangat licik, saking liciknya tak ada yang tahu bahwa dia adalah sosok nenek yang menyamar untuk menggugah hati si Serigala.

Bahkan seorang Gubernur yang seekor rubah pun sebelum baik, ternyata dulunya adalah sosok perampok juga. Perampok yang legendaris. Penonton serasa dikocok tentang sosok baik dan jahat, mengingatkan pada sejatinya individu itu sejahat serigala, homo homini lupus. Sejatinya juga, individu itu adalah kertas putih, baik adanya. Demikianlah, Gubernur Diane Foxington telah bertobat.

Foto ist — THE BAD GUYS

Ending film Bad Guys yang ditayangkan di Indonesia pada 25 Maret 2022 dan baru disajikan ke publik di Amerika Serikat pada 22 April 2022 ini, cukup mengejutkan. Semua tokoh akhirnya kembali pada niat masing-masing. Pada akhirnya, sifat dan karakter itu merupakan pilihan dan keputusan yang bersangkutan.

Kejenakaan yang Bernas

Tunggu dulu, film produksi Universal Pictures yang disutradarai Pierre Perifel dan diangkat dari buku karya Aaron Blabey ini sebenarnya berisikan juga kisah yang jenaka dan konyol. Penonton yang hadir di pemutaran film pun ada yang spontan cekikikan saat menyaksikannya. Seperti juga logika di Zootopia, jangan pikirkan soal kota yang dibentuk sesuai ukuran semua hewan, maka di film ini jangan pikirkan hiu dan piranha yang bisa berjalan di kota. Naik mobil dan mengemudikannya di jalan raya. Begitu pun hubungan hewan dan manusia, semua makluk di film ini harkatnya sama baik dalam dialog, fisik mau pun jabatan sosial.

Aktor yang terlibat untuk pengisi suara serigala adalah Sam Rockwell, Tuan Ular adalah Marc Maron, Piranha adalah Anthony Ramos, Hiu adalah Craig Robinson dan Tarantula adalah Awkwafina. Sedangkan Profesor Marmalade diisi oleh Richard Ayoade dan Gubernur Diane Foxington adalah Zazie Beetz dan Kepala Polisi adalah Alex Borstein.

Dengan tempo kisah yang cukup berjalan cepat, kejenakaan terasa berimbang dengan pemikiran setiap ungkapan dan peristiwa di film ini. Ada adegan kerumitan perampokan sebagaimana film detektif. Termasuk bagaimana kelompok hewan yang bertobat ini kemudian mengalahkan si tikus licik.

Foto; Ist N- SERIGALA DAN HIU

Selain itu, persahabatan dari para mantan penjahat ini terasa begitu menggugah. Dengan karakter masing-masing, mereka dapat menerima sahabatnya. Si gubernur yang rubah itu bahkan menjadi dekat dengan kawanan itu, saat mereka kemudian menerima ganjaran dan keluar dari penjara.

Singkatnya, film  animasi ini cukup menarik untuk ditonton. Tampilan animasi sangat dinamis termasuk menggambarkan ekspresi setiap tokoh kartunnya. Kejenakaan di setiap adegan terus mengimbangi hal-hal yang serius dan menegangkan. Hingga ke adegan kecil, cukup diperhatikan untuk bahan lelucon dan hiburan.@

Pos terkait

Tinggalkan Balasan