Kolecer, Warisan Turun Temurun di Tanah Sunda


Oleh: Pram Bagus S.

Bahan utama mainan tradisional Jawa.Barat ini terbuat dari kayu dan dililit atau diikat daun pisang kering.

Read More

Tanah nusantara dikenal dengan ragam budayanya. Yang meliputi berbagai aktifitas keseharian, termasuk kebiasaan yang dilakukan turun temurun. Seperti, upacara-upacara tradisi, tata acara adat, lagu-lagu daerah bahkan sampai permainan tradisional. Semua adalah khasanah budaya yang dimiliki negeri ini. Tapi disayangkan tak semua warisan tradisi tersebut bisa ditemukan di jaman kekinian. Terutama yang berkaitan dengan mainan tradisional.

Bicara mainan tradisional, di Jawa Barat dikenal satu mainan bernama kolecer. Mainan ini populer di tanah Sunda atau Jawa Barat, karena dapat ditemukan di berbagai wilayah Jawa Barat.

Alat utama dari mainan tradisional ini ialah baling-baling yang terbuat dari kayu dan dililit atau diikat daun pisang kering. Panjang baling-balingnya bervariasi, mulai dari ukuran 0,5 meter hingga panjang 4 meter. Diberi tiang penyangga setinggi 7-15 meter. Sementara buntut kolecer menggunakan daun kelapa atau daun aren.

Foto-foto: Youtube Kolecer Bpgor – Kolecer diletakkan di hamparan alam luas.

“Kolecer bisa dimainkan oleh anak-anak, remaja hingga orang dewasa,” tutur Ajat, warga Bogor, salah seorang penggemar mainan kolecer. Yang membedakan kolecer anak-anak dengan orang dewasa bentuk ukurannya saja. Untuk mainan anak-anak biasanya hanya berukuran 0,5 sampai 1 meter. Sengaja dibuat kecil karena anak-anak memainkannya dengan cara berlari sambil memegang kolecer.

Sementara kolecer yang dimainkan orang dewasa ukurannya lebih besar, antara 1 meter hingga 3,5 meter. Cara memainkannya pun berbeda. Orang dewasa membawa kolecer ke tanah lapang atau ke bukit. Dimana terdapat angin yang bertiup kencang. Kolecer diberi tiang penyangga dan penyangganya ditancapkan di tanah. Tinggi tiang penyanggah pun bervariasi. Semakin kencang angin bertiup semakin kencang baling-baling berputar, semakin keras pula suara yang ditimbulkan dari putaran kolecer.

Unsur hiburan dari mainan ini ialah suara yang dihasilkan dari perputaran kolecer. Hembusan angin yang kuat memutar kolecer hingga melengkung ke belakang, dan saat angin melemah kolecer kembali tersentak ke depan, mengeluarkan suara yang keras. Konon, semakin keras suara yang dihasilkan semakin bagus kualitas kolecer.

Warisan Turun-temurun

Diyakini mainan kolecer ini merupakan warisan turun-temurun. Diceritakan Ajat, jaman kakeknya masih berusia muda mainan ini sudah ada, dan sang kakek juga termasuk pelaku permainan ini. Dulu kolecer dimanfaatkan para petani untuk mengusir burung-burung yang menggangu tanaman padi di sawah.

Ada makna filosofi dari mainan ini, yaitu ketika seseorang telah mencapai kesuksesan hendaknya berhentilah sebentar untuk merenungkan perjalanan yang telah dilalui.

Gerak kolecer melambangkan filosofi tersebut, bergerak kencang kemudian berhenti sebentar lalu berputar kencang kembali, seiring hembusan angin yang menggerakkannya.@

Related posts

Leave a Reply