Acara ini selain meningkatkan rasa cinta pada Budaya Betawi, juga meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap keberagaman di Indonesia.
Suasana musik Gambang Kromong yang khas Betawi terdengar mengalun. Anak-anak memegang gambang, kromong, tekyan, hingga gong. Di sekolah SMP Negeri 191, selain pengajar juga hadir banyak tokoh budaya dan tokoh sekolah lain.
Ada juga Sohibul Hikayat tentang percakapan yang mengundang kejenakaan para hadirin.
Kedua seni budaya khas Betawi ini hanyalah sebagian dari pergelaran yang dibawakan para murid SMPN 191 yang beralamat di Jl Duri Rata No. 2 RT2/RW 7, Duri Kepa, Krcamatab Kevin Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta ini.
Acara selebrasi yang mengusung tajuk “Gebyar Pesona Budaya Betawi Punya Kite” ini telah memulai di awal dengan Flashmob Silat Cingrik sebagai silat yang lahir dan khas Rawa Belong.

Penampilan silat Cingkrik disusul dengan pertunjukan Palang Pintu. Ada juga tarian Betawi disusul dengan Al-Qur’an Mushaf Betawi dan kuliner khas Betawi.
Menurut Panitia Pelaksananya, Robi Indra yang juga pesilat Cingkrik ini, acara ini selain agar siswa dapat memperkuat profil pelajar Pancasila, para siswa dapat menghargai kearifan lokal yang ada dan mempertahankannya di masa depan mereka.

“Ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap keberagaman budaya Indonesia dan memperkuat karakter mereka untuk toleran, mencintai tanah air dan menghargai keberagaman budaya di negeri ini,” ujarnya.
Menurut lelaki yang juga dikenal sebagai guru olahraga ini, kegiatan ini juga memberikan pendidikan yang hilistik dan terpadu pada para siswa untuk mengenal, memahami dan menghargai tradisi dan kearifan masyarakat Betawi.@





