Insan Film Usul Nama Muhadjir Effendy di Bursa Cawapres

Selama ini, sosok Muhadjir Effendy dikenal sebagai pribadi yang peduli dan concern terhadap film nasional dan kebudayaan secara umum.

Masyarakat perfilman Indonesia menyebut nama Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) sebagai pribadi yang tepat untuk masuk dalam bursa calon wakil presiden di Pilpres 2024.
Penilaian ini didasarkan rekam jejak Muhadjir yang peduli dan concern terhadap film nasional dan kebudayaan secara umum.
Aspirasi masyarakat perfilman Indonesia itu diartikulasikan sebelumnya oleh dua orang tokoh masyarakat film, Adisurya Abdy dan Akhlis Suryapati dalam tayangan YouTube melalui Channel Cinema Society.

Read More

Tayangan berdurasi 11. 26 menit itu bertajuk Muhadjir Masuk Radar Calon Pemimpin. Ditayangkan pertama kali 3 Mei 2023, kabar ini segera berhembus di kalangan insan film.
Adisurya Abdy adalah sosok dan tokoh senior perfilman. Pernah menjadi sutradara seperti film Roman Picisan, Asisten Sutradara film Gita Cinta dari SMA.

Sementara itu, nama Akhlis Suryapati dikenal sebagai sutradara. Dia juga Ketua Sinematek Indonesia. Pernah menjadi wartawan dan anggota Lembaga Sensor Film (LSF).

Masyarakat film mengharapkan agar Pilpres 2024 menghasilkan pemimpin yang peduli dan concern terhadap kemajuan perfilman Indonesia.

Entah itu calon presiden atau calon wakil presiden, mereka memiliki kesadaran bahwa film merupakan pranata sosial yang mampu membentuk pembangunan kebudayaan dan peradaban. Dari latar itulah, masyarakat film merasa perlu menyampaikan aspirasinya agar tidak kaget ketika muncul pemimpin-pemimpin baru.

“Dari nama-nama calon presiden, wakil presiden yang ada sekarang sulit sekali menemukan nama yang betul-betul sudah memberikan kerjanya nyata, tindakan nyata terhadap kemajuan perfilman. Saya cuma melihat ada satu yaitu Muhadjir Effendy,” kata Adisurya Abdy.

Muhadjir memiliki rekam jejak yang jelas
kepedulian terhadap kemajuan film nasional.

Adi mencontohkan, pada saat Muhadjir memulai menjadi Mendikbud pada Kabinet Jokowi Jilid Satu, share film Indonesia itu cuma 16 persen. Tetapi pada saat dia mengakhiri jabatannya, share film Indonesia itu lebih 50 persen. Artinya terjadi peningkatan yang signifikan.
Muhadjir juga dikenal sebagai pemerhati dan penonton yang mengikuti film Indonesia. Sosok ini selalu mendorong orang menonton film Indonesia. Bahkan kadang-kadang dia menghimpun orang untuk nonton bareng film Indonesia.
“Jangan lupa, dia mendukung sepenuhnya orang film menjadi pahlawan nasional yaitu Usmar Ismail. Kalau dia tidak memberikan dukungan, tidak mungkin terwujud. Dan yang menarik lagi, di dunia ini pahlawan nasional dari film kayaknya hanya Indonesia,” tegas Abdy.

Akhlis Suryapati menambahkan, kepedulian Muhadjir pada dunia film juga nampak melalui kehadirannya dan berpidato pada peringatan 100 tahun LSF.

Bahkan, belum lama Muhadjir menyediakan billboard, videotrone untuk mempromosikan film Indonesia.

“Ketika ada produser baru yang filmnya terhambat beredar di bioskop, lantas mengadu kepada Muhadjir, dia langsung turun tangan,” pungkas Akhlis.@

Related posts

Leave a Reply