Puisi-puisi Sihar Ramses Simatupang

TENTANG KENANGAN

Read More

sebab masa lalu itu bukan sebuah kesalahan. tapi keindahan yang tak dapat dipentaskan. serupa rahasia, cendera mata yang harus dikubur dan disembunyikan di rimbun pelepah dan sulur waktu. tergantung di bebatuan kerumitan yang sangat curam. hm ya bisa saja indah. namun ada sisi tajamnya yang kelak semakin terasa menyakitkan…

2023

DI JALANAN

jalanan itu cadas, kawan. sebagaimana terjalnya hidup. memamah garam laut, lumpur atau aspal jalan. kau akan temui bahwa maknanya sama dengan puisi, menciptakan tonggak-tonggak; yang bukan hanya cinta, tapi juga geram dan mimpi. pisau-pisau menjelma kayu yang akan kau ikat menjadi layar – untuk pergi dengan perahu ke pulau menuju entah. kau berani, maka bawalah senyum anak isteri, lalu sembunyikan dalam genggaman. sangat tajam, meski tak ada pisau di tangan. menghunus, meski hanya kau selipkan seringai. mata hitam atau mata putih. siap berbagi, ke orang-orang, pejalan kaki bahkan preman tak dikenal. mari, kita reguk, anyirnya lebih resap dari ribuan puisi, panasnya lebih tajam dari matahari, sunyinya lebih ngelangut dari pertapaan buku-buku. ketika kita tak cukup bersemadi hanya dalam kenang dan kata-kata…

2018

KERAKAP

mencongkel kerakap waktu yang mengeras di karang-karang masa lalu.

demikianlah kita gemar mencumbu kenangan.

sakit, pedih, duka –
candu bersarang di sana

mungkin renung juga:
agar selalu terjaga…

16 Juli 2023

SAJAK SEKOTAK PANDORA

malam serupa kotak pandora yang menyimpan kelahiran binatang trilili yang memamah, merayap atau menggerayang kelambu mimpiku sampai robek tercabik.
malam juga yang serupa kotak pandora yang melahirkan lendir ingatan tentang hewan trelele yang mengendap, mengintai dan merobek sarung masa lalu sampai koyak telanjang.
lalu masa depan serupa bayi yang melindap, kedegilan atau kepolosan memang senantiasa dipelihara selama engkau belum mati.
demikian surga selalu tersisa untuk beberapa orang saja, barang separuh tidak tersisa untuk yang lain.
entah untukku, sebab membaca kotak pandora saja, Engkau suka berahasia. sudah begini, nyalakan saja lampu di tubuhku; tralala – Tuhan, Engkau sedang berada dimana…

2016

SAJAK MUSIM

bukan pagi atau senja itu yang harus dimaknai tapi bagaimana membaca musim kerap bertamu di tubuh kita, setiap waktu.

sebab, bukan di sini atau di sana yang diterjemahkan tapi bagaimana membuat taman mimpi atau pelataran kenangan tetap indah.

bukan memiliki apa atau tak memiliki apa-apa, yang dihayati, tapi bagaimana mencandai kebahagiaan di setiap mimpi, dalam peristiwa atau kekhawatiran; tonggak harus ditancapkan.

tetap menulis nama, menggurat mimpi, melahirkan aksara…

2016

BIODATA:
Nama lengkap, Sihar Ramses Sakti Simatupang. Lulusan Fakultas Sastra Universitas Airlangga dan Pascasarjana Pengkajian Seni Instirut Kesenian Jakarta. Pernah menjadi Redaktur Budaya di Harian Umum Sinar Harapan.
Bergabung di Perkumpulan Penulis ALINEA, Indonesian Writers Inc (IWI), aktif di Komunitas Tanpa Nama (KTN) dan sekarang bertekun di Klinik Kembang Kata (K3).
Karya kumpulan tunggalnya antara lain kumpulan puisi Metafora Para Pendosa (Rumpun Jerami, 2004), kumpulan cerpen Narasi Seorang Pembunuh (Dewata Publishing, 2004), kumpulan puisi Manifesto (Q Publisher, 2009), kumpulan puisi Semadi Akar Angin (Q Publisher, 2014) dan Kabar Burung Pecah di Jendela (Tarebooks, 2020). Novelnya, Lorca – Memoar Penjahat tak Dikenal (Melibas, 2005), Bulan Lebam di Tepian Toba (Penerbit Kakilangit Kencana – Prenada Media Group terbit tahun 2009 dan meraih nominasi di Khatulistiwa Literary Award 2009 juga penghargaan dari penerbit Italia, Metropoli d’Asia), Misteri Lukisan Nabila (Penerbit Nuansa Cendekia, Bandung, 2013) dan Lorca Inocencio(2017). Sedang menyiapkan novel Rumah Marsak
.@

Related posts

Leave a Reply