Media, Seni dan Martabat

Budayawan sekaligus redaktur senior Sinar Harapan Satyagraha Hoerip pernah berkata, media tanpa karya sastra seperti cerpen dan puisi adalah media yang tak bermartabat. Mendiang penulis Gerson Poyk, juga penulis Sinar Harapan pun mengiyakan hal itu.
Berlatar itulah, Anjangsana kemudian menempatkan Rubrik Pigura sebagai rubrik untuk cerpen, puisi, esai atau naskah teater bila ada naskah yang memungkinkan dimuat.
Hal itu dilatarbelakangi keberadaan rubrik baru yaitu Rubrik Nasional dan Rubrik Daerah sehingga memungkinkan beberapa topik dapat ditempatkan di antara keduanya.

Sedangkan kanal Rubrik Pigura kemudian diarahkan untuk dapat menampung dan mempigurakan karya seni khususnya kesusastraan.
Di masa digital, fenomena untuk mendukung karya seni seharusnya janganlah lekang. Tetap mensuport sekaligus, suatu saat nantinya, harus mendukungnya dalam berbagai hal untuk penciptaan karya sastra.
Semoga berkenan untuk pembaca dan memancing para penulis lainnya untuk memuat karyanya di media Anjangsana.
Salam seni dan budaya, salam kebangsaan dan kemanusiaan untuk kita semua…@

Related posts

Leave a Reply