Ketika Penyair Malaysia-Indonesia Bertarung Puisi

Tarung Puisi bukanlah perlombaan tetapi usaha menyatukan dua penyair yang berbeda konsep penampilan puisi, Akrab dan penuh suasana silaturahmi.

Sepak terjang penyair Indonesia Asrizal Nur di negara-negara Asia Tenggara memang telaten. Setelah banyak melakukan lawatan ke negara tetangga, penulis puisi dan deklamator yang kerap membawakan puisinya lewat media digital ini bahkan baru saja kembali dari Negeri Jiran, Malaysia. “Lumayan. Aku masih kelelahan,” katanya kepada Anjangsana, Selasa (6/6).
Lelaki yang kerap disapa Asnur ini barusan menjalankan Tarung Puisi Roslan Madun dan Asrizal Nur. Acara yang sekaligus menyemarakkan perhelatan Pesta Buku Antar Bangsa 2023.
Asnur berduet dengan Raja Syair Nusantara, Roslan Madun dalam Tarung Puisi yang digelar pada 29 Mei 2023 lalu.
Asrizal Nur, si Pelopor Puisi Multimedia ini, mengisi alternatif pertunjukan bertemakan slide projector dan audio menarik yang ditingkahi latar tubuh dan suaranya.

Read More
Foto: Ist – Tarung Puisi Dua Penyair, Indonesia dan Malaydia

Alhasil, pertunjukannya ini sangat memenuhi selera generasi muda sekarang – yang sekarang kerap kita namakan generasi Z
Perjalanan Asnur cukup panjang. Sejak
tahun 2009, dia cukup fenomenal dengan Konser Puisi Multimedia di Taman Ismail Marzuki.
Sejak itulah, dia mengenalkan bentuk baru pementasan puisinya ke beberapa negara ASEAN termasuk: Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand bahkan hingga di Korea Selatan. Dia pun dikenal sebagai pelolopor pembacaan puisi multimedia di Nusantara.

Penampilan Asnur didukung LED 2,5 X 8 Meter dan soundsistem yang canggih untuk memperkuat penampilan si penyair multimedia itu, sehingga bak show seorang penyanyi rocj, dia pun mendapat sambutan penonton yang meriah.
“Tidak mudah tampil dengan penonton yg kebanyakan penggemar Roslan Madun sebagai penyair tuan rumah. Saya tetap berusaha untuk memikat penonton,” tambahnya.

Asrizal Nur tampil 30 menit dengan membawa 9 puisi multimedianya, antara lain ; Membaca Raga, Kaki, Janji Musyafir, Rumah kita dan puisi andalannya, Kuda.

Sedangkan Roslan Madun tampil priima hampir satu jam tidak lelah di usianya yang hampir 70 tahun itu. Roslan tampil flamboyan, tenang, akan tetapi ketika ia menyanyikan lagu Lemak Manis yang akhir akhir ini viral di YouTube dan Tiktok, penonton pun menyambutnya dengan gegap gempita.

Foto: Ist – Penyair Asrixal Nur

Raja Sair Nusantara Roslan Madun, populer dikenal di Malaysia.
Dia kerapkali mementaskan puisi-puisi lama seperti gurindam, pantun, seloka dan syair. Dia adalah maestro syair yang dijuluki Raja Syair Nusantara.

“Tarung Puisi bukanlah perlombaan tetapi usaha menyatukan dua orang penyair dengan beda konsep penampilan puisi, Jika Roslan Madun lebih menampilkan puisi lama seperti syair, pantun, gurindam dan seloka dengan diiringi musik tradisional sedangkan saya menanpilkan puisi moderen walau ada juga puisi lama seperti gurindam dan pantun tetapi dengan konsep kekinian,” paparnya..

Telah Diagendakan
Pada Pertemuan Sastrawan Nusantara di Singapura, Februari 2023 silam,seorang anggota Pena juga pernah menjabat direkut ITBM dan juga Pengurus Majlis Buku Kebangsaan Malaysia, Mohd Khair menyampaikan kepada Roslan Madun dan Asrizal Nur yang hadir pada waktu itu. Khair ingin membuat panggung puisi 2 maestro, puisi lama dan puisi modern, Roslan Madun dan Asrizal Nur.
Alhasil, terjadilah pertarungan antara Pelopor Puisi Multimedia di Nusantara Asrizal Nur (Indonesia) dan Raja Syair Nusantara Roslan Madun (Malaysia) di ajang Tarung Puisi, Roslan Madun dan Asrizal Nur, di Pusat Dunia Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis silam (1/6). Agenda itu akhirnya terwujud.
Pusat Dagang Dunia Kuala Lumpur bekerja sama dengan Pena Malaysia telah berhasil menyelenggarakan Tarung Puisi , Roslan Madun (Malaysia) dan Asrizal Nur (Indonesia).
“Tarung Puisi ini dilaksanakan sekaligus menyemarakkan Pesta Buku Antar Bangsa yang diselenggarakan pada Kamis, 1 Juni 2023, pukul 8.00 malam waktu Malaysia di Pusat Dagang Dunia Kuala Lumpur, Malaysia,” kata Asnur (1/6).

Foto: Ist – Suasana persahabatan pencinta sastra dan budaya antar kedua negara, Indonesia dan Malaysia.

Asnur menambahkan, masing-masing maestro diberi waktu hampir 1 jam per orang. Asrizal Nur membawakan 9 puisi multimedia, antara lain puisi Kuda yang sempat digemari itu. Sedangkan Roslan Madun akan membacakan syair andalannya dan lagu Lemak Manis yang menangkat namanya di Malaysia. “Acara ini disaksikan ribuan penonton, di antaranya peserta Pesta Buku Antara Bangsa,” kata Asnur.
Selamat untuk penyair Indonesia yang mewakili perhelatan dengan penyair Malaysia melalui Tarung Puisi ini. Pertemuan antar negara ASEAN memang harus selalu diwujudkan. Asrizal Nur telah meniti dan menjalaninya…@

Related posts

Leave a Reply