Merasakan Semangat Jagoan di Atas Kanvas Sulistyo

PAMERAN TUNGGAL KARYA SULISTYO -- Foto; Adma Bestari
Cloud Hosting Indonesia

Sulistyo menggelar pameran tungglanya di Kunstkring Paleis, Jakarta Pusat, sejak 7 hingga 16 November 2021, juga sebagai upaya untuk menyemarakkan Hari Pahlawan

Di atas kanvas berlatar hitam suram dengan ukuran 120×140 cm, seekor ayam jago dengan bulu berwarna hitam dan jengger berwarna merah pekat tampak sedang mengibas-kibaskan sayapnya. Setampak mata, ayam tersebut seperti sedang bertarung, menerjang lawannya. Namun, secara kasatmata, tak terlihat ayam sejenis atau ayam lain yang menjadi lawan dari ayam jago tersebut.

Bacaan Lainnya

Sejenak, lukisan tersebut seperti sedang memancarkan semangat jagoan serta menjelaskan tentang perlawanan setiap bangsa dan umat manusia yang ada di bumi termasuk di Indonesia dalam bertahan, bertarung dan menang dalam menghadapi masa-masa sulit, Pandemi Covid-19. Demikianlah suasana yang tergambar dalam lukisan KRHT Sulistyo Hadinagoro dengan judul, “The Motion Power #3”.

Selain itu, dalam perhelatan pameran tunggalnya ke-31 yang digelar di Kunstkring Paleis Jakarta, pada 7-16 November 2021, Sulistyo, panggilan akrabnya, juga menghadirkan 29 karya lukisnya yang dicipta dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini. Sehingga, dalam perhelatan pameran tunggal itu, Sulistyo memamerkan sebanyak 30 karya lukis dengan berbagai ukuran.

Jika disimak secara saksama, ada nuansa yang berbeda dalam perhelatan pameran tunggal dari seniman asal Solo ini. Saah satunya adalah goresan warna hitam pekat yang menguasai sebagian bahkan keseluruhan dari kanvas.

LUKISAN KARYA SULISTYO — Foto: Adma Bestari

“Kehadiran warna-warna hitam itu sebagai pertanda sekaligus petanda dari massa-massasuram, yakni Pandemi Covid-19 yang kita lalui bersama. Selain menempa setiap kita untuk bertahan, produktif dan tetap kreatif, masa pandemi ini juga menempa setiap kita bisa menjadi jagoan buat Indonesia,” tutur Sulistyo kepada Anjangsana saat pembukaan pameran di Kunstkring Paleis, Jakarta Pusat, Minggu (7/11).

Pameran tunggal ini juga dihelat sebagai upaya untuk menyemarakkan Hari Pahlawan dengan konsisten menghadirkan ayam jago dalam setiap karya lukisnya. Tengok saja lukisannya yang berjudul, “Born To Be Jagoan”. Dalam lukisan berukuran 120×140 cm tersebut, seniman menghadirkan sesosok ayam jago berlatar warna hitam kental dan merah darah. Sementara di atas kepala ayam itu, tampak serentang garis dengan latar bendera Indonesia, yakni merah-putih.

Sulistyo menjelaskan, melukis bagi seniman adalah nafas. Untuk tetap hidup, dirinya harus terus melukis. Selain itu, seperti orang kantor atau pekerja pada umumnya, setiap hari Sulistyo melukis di studio lukis pribadinya di Solo. “Jadi, agar saya tetap hidup harus terus melukis,” pungkasnya.

“Intinya, kita tidak sekedar dibangunkan dari tidur, setiap kita juga perlu dibangunsadarkan dari segala situasi dan kondisi, salah satunya bersatu melawan segala keburukan untuk menjadi lebih maju dan lebih baik,” tutupnya.

Terkait lukisan dan pameran tersebut, pecinta seni Juan Gondokusumo mengungkapkan, kehadiran ayam jago dalam setiap kanvas Sulistyo sarat akan makna. Dengan kata lain, ayam jago, selain gagah dan berani juga akrab atau dekat dengan kehidupan masyarakat, salah satunya, ketika pagi ayam jago kerap membangunkan kita dari tidur atau sebagai petanda akan dimulainya hari.@ (AdmaBestari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan