Inilah Hasil Babak Semi Final KPN+ Region Jakarta

Inilah pemenang babak semi final KPN+ region Jakarta.

Jakarta – Akhirnya Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) 2025 memasuki etape terakhir di Jakarta, kota terakhir dari rangkaian 11 kota di Indonesia. Babak semi final terakhir ini telah diadakan di Institut Francais d’Indonesie, Minggu 7 Desember 2025 kemarin. Sebanyak 54 peserta telah berkompetisi, dan 31 di antaranya berhasil menembus ke babak final yang ditunggu-tunggu di Jakarta, 13 Desember (Artotel Thamrin) dan 14 Desember (Institut Francais d’Indonesie) mendatang.

Pendiri KPN+, pianis & komponis Ananda Sukarlan kali ini menjuri didampingi oleh Vivianne Laurence, lulusan Master of Music dari Manhattan School of Music (New York) dan telah meraih berbagai penghargaan internasional, seperti Juara 1 di 2025 International Music Competition “Vienna” Grand Prize Virtuoso dan Gold Award di WPTA Finland. Ia juga mendirikan Alta Music Indonesia, lembaga pendidikan musik untuk anak usia dini dan pianis pemula.

Read More

“Bangga melihat ekosistem musik klasik Indonesia tumbuh semakin kuat dan dinamis. Ini membuktikan seni musik bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi simbol dari kreativitas dan intelektualitas bangsa. Para musikus klasik kini sudah mulai merasakan pentingnya identitas sebagai seniman Indonesia. Mereka banyak memilih karya-karya berdasarkan lagu-lagu daerah atau pencipta lagu seperti Ibu Soed, AT Mahmud dll, yang tidak harus karya saya yang virtuosik Rapsodia Nusantara,” ujar pianis & komponis yang juga telah dilantik menjadi Ketua Juri kompetisi musik klasik terbesar di Eropa, “Premio Reina Sofia de Composicion Musical” (Penghargaan Ratu Sofia untuk komposisi musik) tahun 2020 serta kompetisi untuk musik kamar “Concurso de musica de camara de Arnuero” di Spanyol, negara kedua tempat tinggalnya ini.

Di kategori Tembang Puitik, kompetisi ini terbukti mulai membuka mata para vokalis ke karya para sastrawan. Vokalis juara I, Maria Gabrielle Brigita menyanyikan antara lain ‘Dari Duka Masa Lalu’ dari puisi Sihar Ramses Simatupang, sedangkan juara II, Adisa Tiara Kinasihing Ramadhan menampilkan ‘Seonggok Bangkai’ dari puisi Ewith Bahar.

“Puisi Ewith Bahar ini adalah favorit para vokalis tahun 2025 ini”, ujar Ananda Sukarlan yang dianggap sebagai tokoh utama tembang puitik di Indonesia saat ini, dengan lebih dari 500 nomor telah diciptakannya dari puisi para penyair berbahasa Indonesia, Spanyol dan Inggris.

“Tapi kemudian mereka kan harus mengganti repertoire di babak final. Nah, nanti puisi Riri Satria, ‘Dialog Sesama Virus Corona Tentang Koruptor’ yang menjadi favorit di final, mungkin karena tingkat virtuositasnya yang cukup tinggi. Kebetulan, baik puisi Ewith Bahar maupun Riri Satria mendeskripsikan pandemi Covid-19, tapi dengan cara yang sangat berbeda. Kelihatannya para vokalis tertarik dengan tema yang masih sangat melekat di benak kita ini,” tambahnya.

Ananda mengakui hingga nama-nama pemenang diumumkan belum pernah ada pertemuan antara vokalis dengan para sastrawan.

“Sepertinya para vokalis dan sastrawan itu belum saling bertemu muka, tapi ini langkah pertama untuk saling berkolaborasi antar dua bidang seni, yaitu lewat produk seni mereka. Saya bahagia bisa menjadi ‘jembatan’ untuk para vokalis dan penyair. Ini juga menunjukkan bahwa musik klasik, seperti sastra, tetap hidup dan relevan dengan situasi saat ini dan sejarah masa lalu”, demikian penjelasan lebih lanjut Ananda Sukarlan.

Kompetisi Piano Nusantara Plus telah membuktikan bahwa kreativitas mampu menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, bukan hanya secara finansial menguntungkan mitra-mitra lokal tapi juga menaikkan citra, exposure dan perbaikan nilai artistik berbagai lembaga pendidikan musik. Ini juga terlihat dari meningkatnya jumlah peminat yang ingin mendaftar di sekolah-sekolah musik di tempat penyelenggara.

Tiga kota sebagai mitra penyelenggara KPN+ tahun ini menduduki peringkat teratas dalam jumlah peserta, yaitu Surabaya 83 peserta dengan 57 tembus ke final (rekor jumlah peserta dan persentase jumlah finalis yang terseleksi), Palembang 70 peserta dan 24 ke final, sedangkan Bandung 65 peserta dengan 27 ke final di Jakarta.

“Sebetulnya tidak fair juga mengatakan bahwa Surabaya diikuti peserta terbanyak, karena sebetulnya Jabotabek-lah yang terbanyak, tapi kami pecah menjadi tiga kota di tiga tanggal yang berbeda, yaitu Tangerang, Bekasi dan Jakarta. Kalau dijumlah, peserta “Jatabek” ini mencapai 140 orang, dan semua boleh memilih mau ikut yang di kota mana, asal tanggalnya cocok untuk mereka. Di provinsi yang musik klasik masih belum populer, jumlah peserta ternyata melebihi ekspektasi. Lampung ada 57, Pontianak 51. Saya berharap ini meningkat, bukan hanya hangat-hangat tahi ayam”, tandas Ananda Sukarlan.

Kompetisi Piano Nusantara Plus ini telah menjadi barometer minat, kualitas dan kuantitas gen Z dan gen alpha dalam musik klasik di Indonesia. Ini bisa jadi bahan penelitian bagi para mahasiswa musik yang ingin mengetahui situasi pendidikan musik saat ini di Indonesia.

“Tahun 2026 depan kita sudah konfirmasi bahwa Bali dan Jambi akan ikutan. Kami masih berharap provinsi lain, terutama di Kalimantan dan Sulawesi ada yang tertarik menjadi mitra kami, walaupun kami masih sangat terbuka untuk kota-kota lain di Sumatra dan Jawa. Banyak kota-kota di Jawa yang kelihatannya sangat aktif pendidikan musiknya, seperti Cirebon, Semarang atau Surakarta. Pokoknya kami terbuka menerima siapapun yang ingin menjadi bagian dari keluarga besar Kompetisi Piano Nusantara Plus, yang pemenangnya akan mendapatkan Golden Ticket langsung ke babak final di Ananda Sukarlan Award. Kami juga sedang mempersiapkan berbagai rencana bagi para pemenang KPN+ untuk mengikuti pelatihan jangka pendek ke beberapa negara tetangga, dengan beasiswa penuh atau sebagian”, tutup Ananda dengan nada optimis.

Berikut nama-nama finalis lengkap hasil babak semi final KPN+ region Jakarta, 7 Desember 2025 :

Usia Dini A:

  • Grace Samantha Pasaribu – Juara 3

Usia Dini B:

  • Rosaleen Lacey Sutedja – Juara 3
  • ⁠Moselle Emerald Gun – Juara 3
  • ⁠Kenisha Lampita Siagian – Juara 2

Pemula A:

  • Eugene Savio Hulay – Juara 1

Pemula C:

  • Halafanara Khayla Maryam – Juara 3
  • ⁠Tiffany Alessandra Rusli – Juara 3
  • ⁠Ruben Halomoan Simanjuntak – Juara 3
  • ⁠Hillary Gwyneth Wanjaya – Juara 2
  • ⁠Eugenie Kathleen Pranata – Juara 2
  • ⁠Jonathan William Bisuk Sihite – Juara 2
  • ⁠Abram Immanuel Lessyl – Juara 1
  • ⁠Nika Stamenkovic – Juara 1

Menengah C:

  • Ailyn Jayadi – Juara 3
  • ⁠Mikhaela Angkawijaya – Juara 3
  • ⁠Orlando Wyn Sukamto – Juara 2
  • ⁠Juliette Baby Safira Saptono – Juara 1
  • ⁠Theadora Aleyna Tan – Juara 1
  • ⁠Marvin Ghifari Silitonga – Juara 1

Lanjutan A:

  • Beverlyn Mettakhemadevi Winata – Juara 2

Lanjutan B:

  • Hananiah Agabe Manondangi Sagala – Juara 2

Lanjutan C:

  • Fawwaz Al Siddiqa Diaz – Juara 3
  • ⁠Natasha Indah Cahayani – Juara 2
  • ⁠Aurelia Lim – Juara 2

Non Professional:

  • Nathaniel Alexander Mulijanto – Juara 3
  • ⁠Hubert Joels Stevan Purba – Juara 3
  • ⁠Firdaus Ananda Alfiansyah – Juara 3
  • ⁠Patrick Atkinson Heryawan – Juara 1

Piano 4 Tangan:

  • Trishamara Jasmine Kirana & Nicholas Tobing – Juara 1

Tembang Puitik Senior:

  • Adisa Tiara Kinasihing Ramadhan – Juara 2
  • ⁠Maria Gabrielle Brigita – Juara 1 @

Related posts

Leave a Reply