Tradisi “Cucurak” Sambut Ramadhan Masih Lestari di Jawa Barat

Beragam tradisi menyambut bulan Ramadhan adalah khasanah kekayaan di negeri ini.

Jelang puasa Ramadhan, masyarakat Indonesia memiliki banyak tradisi yang sudah diwariskan secara turun-temurun dan masih terus dilestarikan hingga saat ini.

Bacaan Lainnya

Salah satu tradisi yang masih sering dilakukan, khususnya di Jawa Barat, adalah¬†“cucurak”.

Apa sebenarnya cucurak itu?

Cucurak merupakan tradisi khas yang berasal dari kebudayaan Sunda, khususnya dari Kabubaten Bogor dan Kota Bogor.

Cucurak menjadi bagian tak terpisahkan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Secara turun temurun, tradisi ini terus dipertahankan masyarakat Sunda di Bogor hingga saat ini.

Melansir Wikipedia, “cucurak” atau “curak-curak” berasal dari bahasa sunda dialek Bogor yang memiliki arti senang-senang atau bersenang-senang. Dalam tradisinya cucurak dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga dan kolega.

Biasanya dalam kegiatan cucurak, warga makan nasi bersama keluarga atau sahabat mereka. Nasi tersebut biasanya dihidangkan satu hamparan di atas daun pisang dengan sajian menu tradisional.

Dewi, Puri serta Linda, mereka adalah warga Bogor yang masih menjalankan tradisi cucurak. Cucurak bagi mereka, bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga dan teman-teman.

“Acara intinya sih makan-makan bareng dengan menu makanan tradisional. Itu yang lazim di keluarga besar saya. Sekalian silaturahmi sambil minta maaf juga menyambut bulan suci ramadan, terus kalau udah makan-makan biasa sih paling ngobrol-ngobrol gitu setelahnya,” ujar Dewi (20/3).

Sedangkan Puri dan Linda lebih memilih menikmati tradisi cucurak bersama rekan kerjanya ke salah satu tempat makan di wilayah Bogor.

Baginya,menikmati tradisi cucurak tidak harus selalu dengan menu tradisional saja, yang penting baginya kita bisa saling kumpul bersama-sama di tempat yang sudah kita sepakati bersama.

Menurut mereka, tradisi makan bersama sekaligus ungkapan rasa syukur menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan ini memiliki nilai yang sangat kental. tradisi cucurak selain mempererat tali silaturahmi juga sebagai pesan yang kuat dalam membangun kebersamaan.

Selain cucurak, biasanya sejumlah kegiatan lainnya juga sering dilakukan masyarakat Bogor dalam menyambut ramadan tiba seperti ziarah ke makam hingga jalan-jalan ke tempat wisata.@

Pos terkait

Tinggalkan Balasan