Kehidupan Papua Tak Seimbang dengan Potensi Alamnya

Hari ini, Sabtu (1/4), empat organisasi akan menggelar diskusi tentang Papua melalui media sosial pukul 15.00 – 18.00 WIB di Kafe Pedjuang!, Kebayoran Lama.

Gerakan TurunTangan, Educational Research and Consulting (ERC Indonesia), Bawa Ide dan Yayasan Cahaya Dari Timur menggelar ERCTalks jilid 5 Bincang Timur: Series Papua.

Bacaan Lainnya

Diskusi yang dihelat pada Sabtu (1/4), pukul 15.00 – 18.00 WIB di Kafe Pedjuang! Jl. Lebak Bulus Raya No.45, Lb. Kec. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan tersebut membahas berbagai macam isu dan berbagai rupa persoalan pendidikan di Papua.

Pendiri Yayasan Cahaya Dari Timur, Billy David Nerotumilena mengatakan kegiatan ini merupakan ajang silaturrahmi antar individu dan komunitas yang peduli terhadap isu pendidikan khususnya di wilayah Indonesia Timur.

“Diskusi kali ini merupakan kelanjutan dari ERC’s Talk dan merupakan edisi pertama Bincang Timur dalam seri diskusi Papua. Kali ini membawa topik Papua, pendidikan dan kesejahteraan,” ujar Billy David, Sabtu (1/4).

Billy menjelaskan, diskusi ini akan diikuti oleh teman-teman pelajar dan mahasiswa, akademisi dan praktisi pendidikan, aktivis dan komunitas pendidikan. Selain itu, diskusi ini juga dihadiri oleh organisasi dan komunitas Papua serta masyarakat umum.

Sedangkan yang menjadi pemantik diskusinya, antara lain Billy David Nerotumilena (Cahaya Dari Timur), Billy Mambrasar (Staf Khusus RI), Olvah Alhamid (Putri Indonesia Intelegensia), Ai Nurhidayat (Praktisi Pendidikan) dan Williams Abdi Dirgantara (Mahasiswa TAU asal Papua).

“Pendidikan Papua, pendidikan dan kesejahteraannya selalu saja menjadi isu yang menarik untuk diulas,” ujar Billy.

Bahasan ini layak diangkat mengingat realita kehidupan di Papua sampai hari ini masih tampak timpang dibandingkan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya, jelasnya.
Ia menambahkan, potensi lain seperti energi, pariwisata, flora, dan fauna yang melimpah, ditambah dengan keistimewaan Dana Otonomi Khusus, alih-alih dirasakan masyarakat Papua sebagai anugerah, justru terasa nampak sia-sia. Karenanya, dibutuhkan investasi pembangunan manusia yang serius melalui pendidikan agar dapat memberdayakan keberlimpahan sumber daya tersebut dengan bertanggungjawab dan berkeadilan.

“Lalu, bagaimana upaya-upaya konkret dan paling efektif untuk membangun pendidikan di Papua? Ayo datang dan kita bahas bersama,” tandasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan