Wisata Kota Tua, Jalan-jalan Sambil Kenang Sejarah Batavia

Foto-foto: Norman Meoko -- MUSEUM FATAHILLAH, CAGAR BUDAYA DI KOTA TUA

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan warga Jakarta untuk mendatangi kawasan Wisata Kota Tua di Jakarta. Tengok saat Imlek yang jatuh Selasa (1/2/2022), banyak warga yang meramai-ramai mengunjungi kawasan wisata andalan Ibu Kota tersebut.


Sejak pagi, warga sudah memadati tempat wisata favorit tersebut. Ibarat kata: Wisata Kota Tua adalah daya tarik yang tidak pernah mati. Sayangnya, selama pandemic Covid-19 jumlah pengunjung dibatasi hanya 600 orang. Namun pada Selasa pagi hingga petang tadi sudah hampir 1.400 orang yang datang. Tak cuma dari Jakarta. Banyak juga yang datang dari pinggiran Ibu Kota.

Bacaan Lainnya
WISATAWAN DAN LORONG DI KOTA TUA

Salah satunya Jajang (43) warga Kunciran Ciledug yang datang bersama keluarganya.”Bete di rumah saja. Ini anak-anak ingin melihat Museum Fatahillah. Bisa juga keliling pakai sepeda di halaman Museum Fatahillah,” tuturnya.
Jajang benar! Wisata Kota Tua tidak hanya Museum Fatahillah tetapi ada juga Museum Wayang. Ada juga Museum Seni Rupa dan Keramik lho! Belum lagi ada band anak muda yang menyandungkan lagu-lagu keren yang pas di tengah kaum milenial. Grup dangdut pun tersaji di sana. Singkat kata: semua asik dan berkesan deh!
Ternyata tidak cuma sampai di situ. Manusia patung pun bertebaran di sudut-sudut kawasan Wisata Kota Tua. Mereka adalah orang yang mencat tubuhnya dengan warna metalik. Dari ujung kepala hingga sampai ujung kaki. Ada yang menyerupai serdadu Kumpeni Belanda. Ada juga yang menjadi noni Belanda dengan gaun long dress. Belum lagi wajah dipercantik dengan polesan warna-warna yang mirip noni-noni Belanda.

MUSEUM WAYANG DI KOTA TUA

Bagi yang lapar, kawasan Wisata Kota Tua juga menyediakan berbagai warung atau café yang siap dikunjungi. Ada Kafe Batavia yang kerap dikunjungi turis mancanegara terutama Belanda. Yang suka jamu pun ada cafe khusus yang menyediakan minuman jamu seperti kunyit, beras kencur hingga sambiloto. Nama cafenya cukup unik yakni Cafe Jamu Acaraki.

Soal harga, tak usah khawatir karena cukup untuk kocek sekelas mahasiswa. Belum lagi menikmati minum jamu diiringan alunan musik yang seakan memanjakan pengunjung. Pokoknya asik deh! Harga terjangkau. Badan sehat dan hati pun senang.

PENGUNJUNG DI KOTA TUA


Yang pasti kawasan Wisata Kota Tua tetap pilihan paling oke jika ingin mengorek isu perut Jakarta yang dulu diberi nama Kumpeni Belanda sebagai Kota Batavia.
Ayo kapan lagi mengunjungi Wisata Kota Tua nih! Berwisata sambil mengingat-ingat sejarah kota Jakarta lho!@(Norman Meoko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan